Aksi Nyata Modul 1.4 “Menumbuhkan budaya belajar mandiri dengan pendampingan orang tua pada masa pandemic covid 19”

Mewabahnya Virus Covid 19 yang telah menyerang banyak negara salah satunya Indonesia ini memang memiliki dampak sosial yang sangat luar biasa. Salah satu dampak yang sangat terasa di kalangan masyarakat yakni dengan terbatasnya aktifitas sehari-hari, dimana Pemerintah telah menetapkan himbuan kepada masyarakat luas untuk menjalankan aktifitas di rumah saja sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Aktifitas tersebut termasuk pada proses pembelajaran murid dirumah melalui daring atau dalam jaringan atau kata lainnya online.

Sebenarnya banyak sekali manfaat yang murid dapatkan ketika melaksanakan pembelajaran daring/0nline. Salah satunya murid dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sesuai dengan keinginannya. Selama proses pembelajaran daring, murid akan belajar secara mandiri dan merasakan pengalaman belajarnya sendiri.

Saat ini, korban yang terkonfirmasi positif Covid 19 masih terus bertambah, artinya pandemi belum berakhir. Begitu juga dengan himbauan pemerintah, masih terus mengalami perubahan pada perpanjangan waktu untuk tetap belajar dirumah.  Tak sedikit juga murid mulai merasakan penurunan semangat belajar hingga stress.

SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan melalui rapat kesepakatan dengan orang tua/wali akan mengadakan 2 pilihan pembelajaran secara daring dan tatap muka. Orang tua/wali berdiskusi dengan putra/putrinya untuk memilih salah satu pembelajaran yang ingin diikuti. Pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan dengan menggunakan sift. Untuk setiap jenjang pembelajaran tatap muka 2 hari selama seminggu. Efektifkah pembelajaran itu? Tentu saja tidak. Murid tetap harus lebih banyak belajar mandiri di rumah. Perlu penumbuhan budaya belajar pada murid SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan karena mereka masih harus belajar mandiri di rumah. Maka dari itu salah satu bentuk aksi nyata yang akan dilakukan adalah “Menumbuhkan budaya belajar mandiri dengan pendampingan orang tua pada masa pandemic covid 19”

Budaya belajar dapat didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan dalam melaksanakan tugas belajar yang dilakukan. Kita menjadikan belajar sebagai kebiasaan, dimana jika kebiasaan itu tidak dilaksanakan, berarti melanggar suatu nilai atau patokan yang ada, dan menjadikan belajar sebagai kegemaran dan kesenangan, sehingga motivasi belajar muncul dari dalam diri kita sendiri, yang akhirnya produktifitas belajar meningkat. seperangkat keyakinan, gagasan, nilai, kebiasaan, dan perilaku yang berpola atau bersistem yang dimiliki oleh suatu lembaga dan atau masyarakat yang berkenaan dengan belajar

Secara fisiologis murid adalah makhluk sosial dan makhluk pembelajar. Ini berarti bahwa setiap murid perlu pendidikan dan perlu mengembangkan budaya dan tradisi belajar. Setelah terbentuknya budaya dan tradisi belajar murid maka dengan mudahnya guru mengarahkan dan menata generasi di masa depan yang penuh gemilang.

Secara implisit budaya belajar murid mempunyai keterkaitan dengan prestasi belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara belajar yang dianut oleh murid. Pada umumnya setiap orang (murid) bertindak berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu, bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.

Aksi nyata “Menumbuhkan budaya belajar mandiri dengan pendampingan orang tua pada masa pandemic covid 19” bertujuan:

  1. Menumbuhkan dan membiasakan murid untuk belajar
  2. Meningkatkan minat dan motivasi belajar murid
  3. Meningkatkan keterlibatan orang tua/ wali dalam mendampingi saat belajar
  4. Meningkatkan prestasi belajar murid

 

TOLAK UKUR

Aksi nyata dikatakan berhasil jika :

  1. Murid terbiasa untuk belajar
  2. Minat dan motivasi belajar murid meningkat
  3. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi saat belajar meningkat
  4. Prestasi belajar murid meningkat

 

DESKRIPSI AKSI NYATA

Aksi nyata ini dimulai dengan mengidentifikasi bagaimana mereka belajar, berapa lama waktu mereka belajar mandiri di rumah, dan bagaimana keterlibatan orang tua mendampingi saat belajar. Hasil tanggapan dari respon murid kemudian kami diskusikan di komunitas praktisi sekolah. Dalam pertemuan tersebut juga membahas bagaimana langkah-langkah pelaksanaan aksi nyata. Pada pertemuan komunitas praktisi tersebut didapat beberapa kesepakatan antara lain:

  1. Melaporkan kegiatan ini kepada kepala sekolah
  2. Menginformasikan dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada semua wali kelas.
  3. Meminta walikelas membuat kesepakatan dengan murid-muridnya tentang belajar mandiri di rumah dengan pantauan walikelas dan pemdampingan oang tua/wali murid.
  4. Kesepakatan minimal memuat tentang jadwal belajar murid, lama belajar murid, dan pendampingan orang tua/wali murid
  5. Wali kelas diwajibkan medkokumentasikan semua kegiatan dengan baik.
  6. Pantau secara terus menerus aktivitas siswa tiap hari dengan lebih banyak berkomunikasi di grup whatsapp atau LMS Teams.
  7. Berikan reward setiap bulan kepada semua siswa yang sudah konsisten belajar, yang mulai konsisten belajar, dan yang belum konsisiten belajar dengan ucapan selamat.

 

HASIL AKSI NYATA

Sebelum menjalankan aksi nyata sesuai dengan Langkah-langkah dalam deskripsi, Budaya positif menumbuhkan budaya belajar mandiri dengan pendampingan orang tua pada masa pandemic covid 19 ini dilakukan pada 1 kelas sampel. Diharapkan hasil yang akan didapat dari kelas sampel ini akan dijadikan best practise. Sehingga semua kelas bisa melaksanakannya dan bisa menjadi budaya positif di sekolah.

Saya memulai melaksanakan aksi nyata dengan mencari tahu atau mengidentifikasi kebiasaan belajar murid. Karena belum adanya tatap muka di sekolah, kegiatan ini saya coba lakukan dengan berkolaborasi menggunakan google slide dengan murid. Dari beberapa jawaban murid tentang kebiasaan belajar mereka diambil kesimpulan bahwa mereka melakukan belajar rata-rata hanya 1-2 jam sehari dan dilakukan pada malam hari. Kesimpulan lain adalah keterlibatan orangtua/wali sangat kurang. Jawaban yang diberikan murid dikarenakan orang tua/wali sibuk bekerja.

Pelaksanaan “Menumbuhkan budaya belajar mandiri dengan pendampingan orang tua pada masa pandemic covid 19” berikutnya adalah membuat kesepakatan kelas Bersama. Kesepakatan di kelas saya lakukan dengan daring (dalam jaringan) dengan menggunakan Microsoft Teams. Pelaksanaan diskusi dengan menggunakan Microsoft Whiteboard. Dan dihasilkan beberapa kesepakatan kelas antara lain:

  1. Membuat jadwal belajar di rumah dengan minimal belajar 2 jam sehari
  2. Saat belajar mandiri diusahakan didampingi oleh orang tua/wali.
  3. Belajar dengan cara-cara yang menyenangkan
  4. Selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru
  5. Membuat laporan belajar tiap hari dengan format yang disediakan guru.

Setelah melakukan kesepakatan dengan siswa, pelaksanaan kegiatan untuk menumbuhkan budaya belajar mandiri dilaksanakan. Hasil sementara beberapa siswa telah mengirimkan laporan dan dokumentasinya.

Perbaikan pelaksanaan aksi nyata akan terus dilaksanakan antara lain: meningkatkan pelibatan orang tua/wali, pemantauan dari guru, konsisten dengan jadwal yang sudah dibuat murid, dan konsisten mengisi laporan belajar.

 

DOKUMENTASI

Rapat orangtua/wali dengan sekolah mengenai keputusan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2021/2022

Identifikasi kebiasaan belajar siswa melalui kolaborasi google slide

Berdiskusi dalam membuat kesepakatan

Pendampingan orang tua saat belajar mandiri di rumah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: