SEPENTING APA KESEPAKATAN KELAS ITU?

Sebagai pendidik sebelum mendidik, kita harus mengawali dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif. Hal ini penting sebagai upaya dalam membangun budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid. Langkah penting itu adalah menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif  di kelas. Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan. Seringkali permasalahan dengan murid berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan guru, terutama ketika murid melanggar suatu aturan dengan alasan tidak mengetahui adanya aturan tersebut. Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan relasi murid dan guru menjadi kurang baik.

Mari renungkanlah dua pertanyaan berikut ini:

  • Apakah selama ini Anda sudah menerapkan pemberian kesepakatan kelas di sekolah Anda?
  • Siapa saja yang turut berperan dalam menentukan kesepakatan kelas?

Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap guru. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid.

Dalam menyusun kesepakatan kelas, guru perlu mempertimbangkan hal yang penting dan hal yang bisa dikesampingkan. Murid dapat mengalami kesulitan dalam mengingat banyak informasi, jadi susunlah 4 – 8 aturan untuk setiap kelas. Jika berlebihan, murid akan merasa kesulitan dan tidak mendapatkan makna dari kesepakatan kelas tersebut. Kesepakatan harus disusun dengan jelas sehingga murid dapat memahami perilaku apa yang diharapkan dari mereka.

Kesepakatan yang disusun sebaiknya mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan. Oleh karena itu, dalam kesepakatan kelas gunakan kalimat positif seperti, “Saling menghormati” ,“Berjalan jika berada di lorong kelas”. Kalimat positif lebih mudah dipahami murid daripada kalimat negatif yang mengandung kata seperti, “jangan” atau “tidak”.

Kita perlu memperbaiki dan mengembangkan kesepakatan secara berkala, seperti setiap awal semester. Untuk mempermudah pemahaman murid, kesepakatan dapat ditulis, digambar, atau disusun sedemikian rupa sehingga dapat murid memahami dan menyadari. Strategi lain adalah dengan mencetaknya di setiap buku laporan kegiatan murid. Hal ini menjadi strategi yang baik untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.

Kali ini saya membuat kesepakatan bersama anak wali saya kelas VII-4 SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan. Saya menanyakan kepada mereka kelas impian mereka dan bagaimana mewujudkannya. Berikut hasil kesepakatan kelas kami.

Berikut dokumentasi saat kesepakatan kelas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: